Karena sejatinya, reuni bukan sekadar tentang siapa yang hadir, tetapi tentang hati-hati yang masih menyimpan rindu, kenangan, dan persahabatan yang tak lekang oleh waktu.
SelidikPost.Com, Palembang- Reuni Ikatan Keluarga Besar (IKB) PPDS Angkatan 1986–1992 yang berlangsung di Kota Palembang pada 14–16 Agustus 2026 sukses digelar dalam suasana penuh keakraban, haru, tawa dan nostalgia.
Mengusung tema “Musi Tour – Baku Rindu”, kegiatan tersebut menjadi momentum istimewa bagi para alumni untuk kembali bertemu setelah sekian lama terpisah oleh jarak, kesibukan dan perjalanan kehidupan masing-masing.
Salah satu momen paling berkesan berlangsung ketika para alumni mengikuti rangkaian Musi Tour menuju Pulau Kemaro. Di salah satu ikon wisata Kota Palembang tersebut, suasana reuni semakin terasa hangat dan penuh kekeluargaan.
Haru dan bahagia bercampur menjadi satu. Wajah-wajah yang puluhan tahun lalu begitu akrab kembali dipertemukan dalam satu ruang kebersamaan.
Tawa pecah ketika cerita-cerita lama kembali dikenang. Nama-nama yang dahulu begitu dekat kembali disebut. Kenangan masa pendidikan, persahabatan dan perjalanan hidup menjadi bahan cerita yang seakan tidak pernah habis.

Pulau Kemaro pun menjadi saksi sebuah kerinduan yang akhirnya menemukan tempat untuk bertemu.
Bukan sekadar perjalanan wisata, Musi Tour menjadi perjalanan hati. Rindu yang selama ini tersimpan akhirnya berubah menjadi perjumpaan, pelukan, jabat tangan dan tawa bersama.
Keberhasilan pelaksanaan reuni tidak terlepas dari kerja keras dan kebersamaan panitia lokal Palembang. Sejumlah nama yang turut berperan dalam mempersiapkan dan menyambut para alumni di antaranya Kak Didin, Kak Ayen (Munzilin), Cik Nela, Ustadz Jhon Supriyanto, Hasril Hadi, Sri, Nurbiah, Bang Innaka, Bang Hafiz, serta rekan-rekan lainnya.
Kekompakan dan dedikasi panitia lokal menjadi bagian penting sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung lancar, hangat dan meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta.

Bagi para alumni, reuni ini bukan sekadar agenda berkumpul. Lebih dari itu, pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa persaudaraan yang dibangun sejak masa pendidikan mampu bertahan melewati jarak, waktu dan perubahan kehidupan.
Ada yang datang membawa cerita.
Ada yang datang membawa kenangan.
Ada pula yang datang dengan satu keinginan sederhana: bertemu kembali dengan sahabat lama.
Dan di Pulau Kemaro, semuanya menemukan jawabannya.
Baku rindu yang selama ini tersimpan akhirnya menjadi baku cerita dan baku bahagia.
Palembang menjadi tempat bertemunya kembali kenangan yang pernah terpisah. Sungai Musi menjadi saksi perjalanan, sementara Pulau Kemaro menyimpan cerita tentang persahabatan yang ternyata tidak pernah benar-benar hilang.
Reuni boleh berakhir, perjalanan boleh usai, dan para alumni kembali ke daerah masing-masing. Namun, rasa persaudaraan dan kenangan selama tiga hari di Palembang akan tetap tinggal di hati.
Musi Tour – Baku Rindu.
Baku Cerita, Baku Bahagia, untuk Persaudaraan Selamanya.
Be Ready… Be Happy!









