Wakil Bupati Pesawaran Ajak Mahasiswa Jadi Pemimpin Adaptif, Berintegritas, dan Berdampak

banner 468x60

SelidikPost.com, Bandar Lampung — Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali mengajak mahasiswa untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang adaptif, berintegritas, kolaboratif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Antonius saat menjadi narasumber dalam kegiatan Leadership Education Program (LEP) UTI 2026 yang diselenggarakan Universitas Teknokrat Indonesia, Jumat (7/8/2026), di Gelanggang Mahasiswa Dr. H.M. Nasrullah Yusuf.

Kegiatan yang mengusung tema “Empowering Future Leaders with Adaptive, Collaborative and Impactful Mindset” tersebut diikuti sekitar 400 peserta yang terdiri dari mahasiswa lintas jurusan, pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), serta berbagai organisasi kemahasiswaan.

Dalam kesempatan tersebut, Antonius menyampaikan materi bertajuk “Adaptive Leadership: Membangun Pesawaran Melalui Integritas, Kolaborasi, dan Inovasi”.

Ia mengajak mahasiswa memahami bahwa kepemimpinan di tengah perubahan zaman membutuhkan kemampuan beradaptasi tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar yang menjadi fondasi seorang pemimpin.

Menurut Antonius, terdapat tiga nilai utama yang harus dimiliki setiap pemimpin, yakni integritas, kolaborasi, dan inovasi.

Integritas, kata dia, merupakan fondasi untuk membangun kepercayaan melalui kejujuran dan konsistensi dalam setiap tindakan.

Sementara kolaborasi diperlukan karena tidak ada pembangunan yang dapat berhasil apabila dikerjakan sendiri tanpa melibatkan berbagai pihak.

Adapun inovasi, menurutnya, dibutuhkan agar setiap keterbatasan dapat menjadi pemicu lahirnya solusi baru, bukan justru menjadi alasan untuk berhenti melangkah.

“Pemimpin bukanlah orang yang harus mengerjakan semuanya sendiri. Tugas seorang pemimpin adalah memastikan seluruh pihak dapat bergerak ke arah tujuan yang sama,” ujar Antonius di hadapan para mahasiswa.

Ia juga menekankan pentingnya mengubah berbagai keterbatasan menjadi peluang melalui kolaborasi.

Menurut Antonius, kemajuan Kabupaten Pesawaran hanya dapat diwujudkan melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media.

“Kolaborasi yang kuat akan melahirkan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif, Wakil Bupati Pesawaran tersebut juga berbagi pandangan mengenai karakter pemimpin yang dibutuhkan pada masa mendatang.

Ia menyebut sedikitnya terdapat lima karakter yang perlu dipersiapkan generasi muda sejak dini, yakni memiliki integritas, mampu beradaptasi terhadap perubahan, menjunjung tinggi kolaborasi, berani mengambil keputusan, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Antonius berharap mahasiswa tidak hanya menjadi generasi yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga berani mengambil peran sebagai agen perubahan.

Mengakhiri pemaparannya, ia memberikan motivasi agar mahasiswa mulai membangun jiwa kepemimpinan dari lingkungan terdekat.

“Indonesia Emas 2045 membutuhkan pemimpin yang berani bermimpi besar, mampu bekerja sama, dan hadir membawa solusi. Saya percaya calon-calon pemimpin itu ada di ruangan ini. Mulailah memimpin dari diri sendiri, dari organisasi, dari kampus, lalu berkontribusilah untuk daerah dan bangsa,” tutupnya.

Kegiatan Leadership Education Program UTI 2026 diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan, memperluas jejaring kolaborasi, serta menumbuhkan semangat berkontribusi dalam pembangunan daerah dan nasional. ( Sabir )

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *