REI Siap Dukung Program 3 Juta Rumah, Gubernur Mirza Ajak Kembangkan Kawasan Pertumbuhan Baru di Lampung

banner 468x60

SelidikPost.com, BandarlampungGubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak Real Estate Indonesia (REI) menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pembangunan sektor perumahan, hilirisasi industri, pariwisata, dan pendidikan.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri acara Silaturahmi Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Real Estate Indonesia (REI) yang digelar di Mahan Agung, Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandarlampung, Selasa (5/5/2026).

Menurut Gubernur Mirza, peringatan HUT REI tahun ini memiliki makna strategis karena sejalan dengan agenda pembangunan nasional Presiden Prabowo Subianto, khususnya pelaksanaan Asta Cita dan Program Pembangunan 3 Juta Rumah yang bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak.

“REI selama 54 tahun telah menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan nasional, khususnya sektor perumahan. Perannya sangat besar dalam mendukung pertumbuhan ekonomi sekaligus menyediakan hunian bagi masyarakat,” ujar Mirza.

Ia mengatakan pembangunan sektor properti memiliki efek berganda (multiplier effect) yang besar terhadap perekonomian daerah karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha, mulai dari industri bahan bangunan, jasa konstruksi, perdagangan, hingga sektor ketenagakerjaan.

“Setiap pembangunan satu unit rumah mampu menciptakan tiga hingga empat lapangan pekerjaan. Karena itu, sektor properti menjadi salah satu penggerak utama ekonomi nasional maupun daerah,” katanya.

Lampung Bersiap Menjadi Pusat Hilirisasi di Sumatera

Dalam kesempatan itu, Gubernur Mirza memaparkan arah pembangunan ekonomi Lampung yang kini mulai bertransformasi dari daerah penghasil komoditas mentah menuju pusat industri hilirisasi.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar sebagai penghasil komoditas unggulan seperti padi, jagung, singkong, kopi, hingga berbagai komoditas perkebunan lainnya. Namun selama ini sebagian besar hasil pertanian tersebut masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

“Pemerintah pusat telah menetapkan Lampung sebagai salah satu pusat hilirisasi di Pulau Sumatera. Dalam dua hingga tiga tahun ke depan kami menargetkan hampir seluruh komoditas unggulan Lampung sudah dapat diolah di dalam daerah. Ini tentu membuka peluang investasi yang sangat besar, termasuk bagi sektor properti,” jelasnya.

Saat ini, kontribusi sektor industri terhadap perekonomian Lampung masih berada di kisaran 16 persen. Karena itu, pembangunan kawasan industri baru akan menjadi prioritas untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus membuka lapangan kerja yang lebih luas.

Pariwisata dan Pendidikan Jadi Peluang Investasi Properti

Selain sektor industri, Gubernur juga menyoroti pesatnya pertumbuhan sektor pariwisata Lampung yang dinilai menjadi peluang besar bagi pengembang properti.

Data Pemerintah Provinsi Lampung menunjukkan jumlah kunjungan wisatawan meningkat signifikan dari sekitar 17 juta wisatawan pada 2024 menjadi 27 juta wisatawan sepanjang 2025.

Namun demikian, masih terdapat tantangan berupa rendahnya rata-rata lama tinggal wisatawan (length of stay) yang baru mencapai sekitar 1,3 hari, sehingga berdampak pada rendahnya tingkat pengeluaran wisatawan selama berada di Lampung.

“Di sinilah sektor properti memiliki peran penting, menghadirkan hotel, resort, kawasan wisata terpadu, hingga fasilitas pendukung lainnya agar wisatawan betah tinggal lebih lama dan meningkatkan belanja mereka di Lampung,” katanya.

Tak hanya itu, sektor pendidikan juga dinilai menjadi motor pertumbuhan ekonomi baru. Gubernur menyebut terjadi peningkatan sekitar 25 persen jumlah pendaftar perguruan tinggi, yang secara otomatis meningkatkan kebutuhan hunian mahasiswa maupun fasilitas pendukung pendidikan di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung dan Metro.

REI Diajak Bangun Kawasan Terpadu

Melihat besarnya peluang tersebut, Gubernur Mirza mengajak seluruh anggota REI tidak hanya membangun kawasan permukiman, tetapi juga ikut merancang kawasan pertumbuhan ekonomi baru yang terintegrasi.

“Kami ingin REI menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendesain kawasan industri, kawasan wisata, hingga kawasan permukiman terpadu yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Lampung secara berkelanjutan,” tegasnya.

Ia optimistis kolaborasi pemerintah dan dunia usaha akan mempercepat terciptanya iklim investasi yang sehat sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

REI Siap Dukung Pengurangan Backlog Perumahan

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI, Joko Suranto, menyatakan kesiapan organisasinya mendukung berbagai program strategis Pemerintah Provinsi Lampung, termasuk mengurangi backlog atau kekurangan rumah yang saat ini diperkirakan masih mencapai sekitar 270 ribu unit.

Menurutnya, sektor properti merupakan salah satu sektor yang memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional karena mampu menggerakkan lebih dari seratus jenis industri turunannya.

“Pengembang properti merupakan bagian penting dalam menyediakan hunian layak bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional maupun daerah,” ujar Joko.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil riset REI bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), setiap investasi di sektor perumahan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan konsumsi masyarakat, maupun pertumbuhan berbagai sektor usaha lainnya.

Selain fokus pada pembangunan perumahan, REI juga terus menjalankan program tanggung jawab sosial melalui gerakan penanaman satu juta pohon. Hingga saat ini, sekitar 300 ribu pohon telah berhasil ditanam sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan REI, diharapkan pembangunan sektor perumahan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan hunian masyarakat, tetapi juga menjadi pengungkit investasi, memperkuat hilirisasi industri, mengembangkan kawasan wisata, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung. (Adpim)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *