Wagub Lampung Dorong Hilirisasi Kakao Berkelanjutan Bersama PT Olam dan P4F

banner 468x60

Program agroforestry seluas 35.000 hektare melibatkan 18.000 petani di empat kabupaten untuk meningkatkan kesejahteraan dan nilai tambah kakao lokal.

 

SelidikPost.Com, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menggelar pertemuan dengan PT Olam Indonesia dan Partnerships for Forest (P4F) untuk membahas keberlanjutan hilirisasi kakao di Provinsi Lampung. Pertemuan berlangsung di Rumah Kayu Resto, Selasa (27/01/2026) malam.

Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan sektor swasta dalam mendukung pembangunan kehutanan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui skema Perhutanan Sosial.

PT Olam Indonesia bersama P4F, program internasional yang didanai Pemerintah Inggris melalui UKAid, memiliki sejumlah program yang fokus pada perlindungan hutan tropis dan penggunaan lahan berkelanjutan, termasuk peningkatan kapasitas petani serta penguatan kelembagaan Kelompok Tani Hutan (KTH) di sekitar kawasan hutan.

Jihan Nurlela menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari pendampingan terhadap kegiatan site visit PT Olam yang meninjau langsung lahan kakao milik petani di Kabupaten Pesawaran dan Lampung Timur. Kerja sama ini dilaksanakan berdasarkan kesepakatan yang dituangkan dalam Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemprov Lampung dan PT Olam Indonesia.

“Kerja sama ini menitikberatkan pada hilirisasi kakao, yakni pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah di dalam negeri. PT Olam memberikan respons positif terhadap kualitas tanaman kakao yang dikembangkan petani di Lampung Timur dan Pesawaran,” ujarnya.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, Yanyan Ruchyansyah, menambahkan bahwa kolaborasi ini menyasar petani Perhutanan Sosial yang sebagian besar mengembangkan komoditas kakao. PT Olam akan terlibat langsung dalam pembinaan petani sekaligus pengembangan hilirisasi, sejalan dengan kebijakan Pemprov Lampung untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan menerapkan budidaya berkelanjutan melalui pola agroforestry.

Direktur Utama PT Olam Food Indonesia, Imam Suharto, menjelaskan bahwa pendampingan kakao berbasis agroforestry telah dilakukan sejak 2015 di Area Penggunaan Lain (APL) atau kebun milik petani, dan model ini akan diperluas ke kawasan Perhutanan Sosial. “Kami menemukan visi yang sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam pengembangan kakao agroforestry dan multi-komoditas,” ujarnya.

Program ini mendapat perhatian dari Kedutaan Besar Inggris (FCDO) dan diharapkan menjadi proyek percontohan tingkat global. Rencananya, program akan mencakup 35.000 hektare area Perhutanan Sosial dan melibatkan sekitar 18.000 petani di empat kabupaten, yakni Pesawaran, Lampung Timur, Lampung Tengah, dan Tanggamus. (rls)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *