Pembagian MBG Berubah di Bulan Puasa, Fokus Ketahanan Menu hingga Magrib

banner 468x60

SelidikPost.com, Bandar Lampung — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Lampung tetap berjalan selama bulan Ramadan, dengan mekanisme pembagian dan jenis menu yang disesuaikan agar tetap layak dikonsumsi saat berbuka puasa.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Tertinggal (PMDT) Provinsi Lampung sekaligus Ketua Satgas MBG Lampung, Saipul, menjelaskan bahwa pembagian makanan selama Ramadan dilakukan pada siang hari, berbeda dari hari biasa yang dilakukan pada pagi hari.

Pembagiannya antara jam 12.00 sampai jam 13.00. Makanannya tetap makanan basah, tetapi diupayakan bisa bertahan hingga waktu magrib,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, pendistribusian MBG tetap dilakukan di sekolah-sekolah yang masih melaksanakan kegiatan belajar selama bulan Ramadan, sehingga siswa tetap mendapatkan asupan gizi meskipun sedang berpuasa.

Pembagiannya siang, tidak lagi pagi. Itu dibagikan di sekolah untuk yang masih aktif belajar,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukarame 1, Qalbina Rifka, mengatakan bahwa pihak dapur tengah melakukan penyesuaian menu agar lebih ringan, tetap bergizi, dan mampu bertahan hingga waktu berbuka.

Kami menyesuaikan menu yang bisa bertahan sampai magrib dan tetap dalam kondisi baik saat dikonsumsi untuk berbuka puasa,” ungkapnya.

Menurutnya, dalam satu paket MBG umumnya berisi susu, telur, buah, dan roti, namun dapur diberikan fleksibilitas untuk mengolah menu sesuai kondisi lapangan.

Roti bisa diolah menjadi karbohidrat lain yang lebih tahan lama, seperti lemper ayam versi awet atau dikemas dengan metode tertentu agar kualitasnya tetap terjaga,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa waktu pembagian masih terus dikoordinasikan dengan pihak sekolah, mengingat jadwal masuk dan pulang selama Ramadan berbeda-beda.

Kami menyesuaikan jadwal sekolah, mulai dari waktu memasak, pengemasan hingga distribusi, agar makanan tetap fresh dan kualitasnya terjaga,” ujarnya.

Selain itu, untuk menu tertentu seperti makanan berbahan santan atau buah, proses memasak kemungkinan dilakukan lebih dekat dengan waktu distribusi agar tetap layak konsumsi saat berbuka.

Tidak hanya menyasar siswa, program MBG juga tetap diberikan kepada kelompok penerima lain seperti ibu hamil dan balita, dengan mekanisme pembagian yang disesuaikan.

Kami tidak memaksakan waktu dari dapur, semuanya disesuaikan agar tidak mengganggu aktivitas sekolah dan makanan tetap aman dikonsumsi,” tutupnya.

Dengan penyesuaian ini, diharapkan program MBG tetap berjalan optimal selama Ramadan serta mampu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat tanpa mengurangi kualitas dan keamanan makanan.

( Bust )

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *