Wagub Lampung Jihan Nurlela Buka Musrenbang RKPD 2027 di Kabupaten Lampung Selatan, Tekankan Sinergi Pembangunan Daerah

banner 468x60

SelidikPost.Com, Lampung Selatan – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela membuka Forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 Kabupaten Lampung Selatan yang berlangsung di Aula Rimau Kantor Bappeda Lampung Selatan, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan pembangunan provinsi dan nasional, sekaligus merumuskan prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun mendatang.

Dalam sambutannya, Wagub Jihan menyampaikan bahwa tahun 2027 merupakan tahun ketiga dalam pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), yang berada pada fase akselerasi pencapaian target pembangunan.

Ia menegaskan bahwa sinergi perencanaan antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, serta pemerintah kabupaten/kota menjadi kunci penting agar pembangunan dapat berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Sinergi perencanaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah menjadi kunci untuk mencapai target pembangunan secara optimal,” ujar Jihan.

Pada kesempatan tersebut, Wagub Jihan juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2025. Ia menyebutkan bahwa perekonomian Lampung tercatat tumbuh sebesar 5,28 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen serta rata-rata wilayah Sumatera sebesar 4,81 persen.

Selain itu, Kabupaten Lampung Selatan juga mencatatkan pertumbuhan ekonomi tertinggi di antara 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dengan angka mencapai 5,71 persen.

Di sektor kesejahteraan masyarakat, angka kemiskinan Provinsi Lampung berhasil turun dari 10 persen pada Maret 2025 menjadi 9,66 persen pada September 2025. Namun demikian, angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan masih berada pada angka 12,05 persen.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Provinsi Lampung tercatat sebesar 4,21 persen dan termasuk empat terendah secara nasional. Adapun TPT di Kabupaten Lampung Selatan berada pada angka 4,67 persen.

Wagub Jihan juga menyoroti keberhasilan Kabupaten Lampung Selatan dalam penanganan stunting. Prevalensi stunting di Provinsi Lampung tercatat sebesar 15,9 persen, sementara Lampung Selatan berada pada angka 10,4 persen atau lebih baik dari rata-rata provinsi.

“Berbagai capaian ini menjadi modal penting bagi kita untuk memasuki fase akselerasi pembangunan pada tahun 2027, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Di sektor infrastruktur, Pemerintah Provinsi Lampung juga memberikan perhatian terhadap pembangunan jalan di wilayah Lampung Selatan. Pada tahun 2026, pemerintah provinsi mengalokasikan anggaran sebesar Rp107,8 miliar untuk penanganan jalan provinsi sepanjang 10,9 kilometer di wilayah tersebut.

Selain itu, penanganan jalan desa juga mendapatkan dukungan dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,29 miliar untuk enam ruas jalan desa di Kabupaten Lampung Selatan.

“Pembangunan infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, menjaga stabilitas harga, serta membuka akses ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Wagub Jihan juga menyoroti program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung, yakni program Desaku Maju, yang bertujuan memperkuat ekosistem ekonomi desa.

Program tersebut dirancang untuk membangun ekonomi desa secara produktif dan terintegrasi melalui pendekatan perencanaan yang tematik, holistik, integratif, serta berbasis spasial.

Sejumlah dukungan telah dialokasikan pada tahun 2026, di antaranya penyediaan pupuk hayati cair senilai Rp11,6 miliar untuk 1.500 lokasi serta pengadaan 82 unit mesin pengering (dryer) dengan nilai Rp27,36 miliar.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk pelatihan vokasi bagi lebih dari 500 warga desa usia produktif.

Penguatan koperasi desa serta Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) juga terus dilakukan agar mampu menjadi motor penggerak ekonomi desa.

Secara spasial, Pemerintah Provinsi Lampung membagi pembangunan ke dalam tiga koridor strategis. Kabupaten Lampung Selatan sendiri masuk dalam Koridor Wilayah I yang diarahkan menjadi pusat pengembangan ekonomi kreatif, pariwisata, ketahanan pangan, industri berbasis ekonomi, riset, serta teknologi.

Dalam koridor wilayah tersebut, Kabupaten Lampung Selatan memiliki sejumlah fokus pengembangan, di antaranya pengembangan kawasan Kotabaru dan sekitarnya, Kawasan Industri Lampung (KAIL) di Katibung serta rencana Kawasan Industri Energi Terpadu, pembangunan Jalan Tol Lematang–Panjang, pengembangan Pelabuhan Sebalang, pengembangan Bakauheni Harbour City (BHC), serta kawasan khusus pariwisata pesisir Kalianda.

Untuk mendukung berbagai program tersebut, Wagub Jihan menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia, hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan UMKM, serta percepatan pembangunan infrastruktur guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Melalui forum Musrenbang ini, Wagub berharap seluruh pemangku kepentingan dapat menyusun perencanaan pembangunan yang realistis, terukur, serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Perencanaan yang kita susun hari ini harus menjadi pijakan kuat untuk menghadirkan pembangunan yang nyata, adil, dan berkelanjutan bagi masyarakat Lampung Selatan dan Provinsi Lampung,” tutupnya.

(Adpim)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *