SelidikPost.com, Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama TNI AL, BPBD, Basarnas, dan akademisi Institut Teknologi Sumatera (Itera) melakukan pemantauan langsung aktivitas Gunung Anak Krakatau dari perairan Selat Sunda menggunakan KRI Lepu 861, Rabu (9/9/2026).
Pemantauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau sekaligus memastikan langkah mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah terus berjalan.
Hingga pukul 12.00 WIB, Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III atau Siaga. Meski demikian, aktivitas vulkanik menunjukkan kecenderungan menurun. Hal tersebut terlihat dari frekuensi erupsi dan material abu yang semakin berkurang.
Pemprov Lampung terus memperkuat langkah mitigasi melalui pemantauan aktivitas gunung api secara berkelanjutan, Operasi Modifikasi Cuaca bersama BNPB, serta penguatan kesiapsiagaan layanan kesehatan di seluruh kabupaten/kota.
Selain itu, BPBD Lampung telah melakukan langkah antisipasi dengan mendistribusikan 20.000 masker ke sejumlah wilayah terdampak.
Pemprov Lampung juga telah mengajukan dukungan kepada BNPB berupa 500.000 masker, 500.000 hand sanitizer, 1.000 paket peralatan kebersihan, 300 unit peralatan pemadam kebakaran, 200 unit oksigen, serta 10 unit tenda pengungsian.
Perkuat Mitigasi Jangka Panjang
Kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau juga diperkuat dalam jangka panjang.
Langkah tersebut meliputi penyiapan jalur dan rambu evakuasi, pemetaan wilayah berisiko, penguatan sistem peringatan dini, edukasi masyarakat, simulasi evakuasi, hingga penataan permukiman.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat memiliki kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan apabila aktivitas vulkanik kembali meningkat.
Pemprov Lampung mengimbau masyarakat, wisatawan, dan pengguna transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan instansi berwenang.
Masyarakat dan wisatawan juga diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.
Saat terjadi paparan abu vulkanik, masyarakat diimbau menggunakan masker dan pelindung mata guna mengurangi risiko gangguan akibat abu vulkanik.
Pemprov Lampung mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang namun waspada serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi.
Informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hendaknya selalu mengacu kepada pemerintah dan instansi berwenang. (*)


