SelidikPost.com, Pringsewu – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Tulang Bawang (UTB) menggelar workshop bertema “Peran Komunikasi Orang Tua dan Cendekiawan Membangun Generasi Unggul dan Bertakwa Menuju Indonesia Emas 2045” di Pekon Yogyakarta, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus edukasi untuk memperkuat peran keluarga, pendidik, dan masyarakat dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Workshop mempertemukan mahasiswa dan akademisi dengan pemerintah pekon, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga setempat.
Hadir Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN UTB Drs. M. Bainalhuri Halim, M.Kom.I, Kepala Pekon Yogyakarta Daryanto, Sekretaris Desa M. Riski Nugraha, tokoh agama Ustaz Kisyanto, sesepuh Pekon Yogyakarta H. Sugimin, Ketua BHP Harsono, para kepala dusun, kader kesehatan, tokoh masyarakat, serta 12 mahasiswa KKN UTB.

Dalam kesempatan tersebut, Drs. M. Bainalhuri Halim menyampaikan apresiasi kepada Kepala Pekon Yogyakarta beserta seluruh pamong, tokoh masyarakat, sesepuh, dan warga yang telah menerima serta mendukung kegiatan KKN mahasiswa UTB.
Menurutnya, silaturahmi yang terbangun diharapkan menjadi awal kebersamaan dalam menyiapkan generasi muda sebagai estafet kepemimpinan bangsa.
Ia menekankan pentingnya membentengi generasi muda dari berbagai ancaman, seperti penyalahgunaan narkoba, judi online, perilaku menyimpang, hingga upaya adu domba yang dapat memecah persatuan masyarakat.
Orang Tua dan Pendidik Harus Jadi Teladan
Bainalhuri menilai peran orang tua dan pendidik sebagai teladan sangat menentukan dalam membentuk karakter generasi penerus bangsa.
Nilai Ing Ngarso Sung Tulodo atau pemimpin yang memberikan teladan, kata dia, harus diterapkan dalam lingkungan keluarga maupun pendidikan.
“Orang tua dan pendidik harus mampu menjadi teladan sehingga dapat melahirkan generasi yang unggul, berakhlak mulia, bertakwa, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Melalui workshop tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antara keluarga, pemerintah pekon, tokoh masyarakat, akademisi, dan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk membentuk generasi yang cerdas, berintegritas, berkarakter, dan memiliki daya saing.
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan antusiasme peserta. Selain mempererat hubungan antara UTB dan masyarakat Pekon Yogyakarta, workshop menjadi momentum memperkuat komitmen bersama dalam mempersiapkan generasi muda sebagai estafet kepemimpinan bangsa di masa depan. (Dian)









