Mirza dan Jihan Tinjau Pelebaran Jalan RE Martadinata–Lempasing, Rp96,3 Miliar Disiapkan untuk Perkuat Akses Wisata Pesisir Lampung

banner 468x60

SelidikPost.com, BandarlampungPemerintah Provinsi Lampung terus mempercepat pembangunan infrastruktur strategis guna mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. Salah satunya melalui rencana pelebaran ruas Jalan R.E. Martadinata Bandar Lampung hingga Lempasing–Padang Cermin yang ditinjau langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Rabu (15/4/2026).

Peninjauan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat konektivitas menuju kawasan wisata pesisir yang selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Provinsi Lampung. Dengan akses yang lebih baik, diharapkan mobilitas masyarakat, wisatawan, serta distribusi ekonomi dapat meningkat secara signifikan.

Ruas jalan yang akan ditingkatkan memiliki panjang total 5,888 kilometer, terdiri atas 3,368 kilometer di wilayah Kota Bandar Lampung dan 2,520 kilometer di Kabupaten Pesawaran.

Selama ini, jalur tersebut menjadi akses utama menuju berbagai destinasi wisata pantai di wilayah Pesawaran, seperti Pantai Mutun, Pantai Sari Ringgung, Pantai Klara, hingga kawasan wisata Padang Cermin. Namun, kapasitas jalan yang masih terbatas sering memicu kemacetan panjang, terutama pada akhir pekan, musim libur nasional, dan hari besar keagamaan.

Kemacetan yang kerap berlangsung selama berjam-jam tidak hanya mengurangi kenyamanan wisatawan, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, distribusi barang, serta kelancaran transportasi menuju kawasan pesisir.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp96,3 miliar guna membiayai proyek pelebaran jalan tersebut.

Melalui pembangunan ini, kapasitas jalan akan ditingkatkan dengan lebar ruang milik jalan (Right of Way/ROW) mencapai 14 meter. Selain pelebaran badan jalan, proyek juga mencakup pembangunan menggunakan konstruksi rigid pavement (beton), sistem drainase, bahu jalan, serta berbagai fasilitas keselamatan lalu lintas guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jalan.

Sebelum memasuki tahap pelaksanaan, Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung telah melaksanakan sosialisasi dan konsultasi publik kepada masyarakat.

Proses tersebut dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan secara transparan dan partisipatif, terutama terkait pembebasan lahan yang melibatkan sekitar 110 bidang tanah dengan total luas kurang lebih 3,3 hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Lampung dalam mengembangkan sektor pariwisata sebagai motor penggerak ekonomi daerah.

“Sektor pariwisata di wilayah Bandar Lampung, Pesawaran, dan Lampung Selatan memiliki potensi yang sangat besar. Namun selama ini belum sepenuhnya didukung oleh infrastruktur yang memadai. Karena itu, kita hadir untuk memperkuat akses agar sektor ini dapat berkembang lebih optimal,” ujar Gubernur Mirza.

Ia menjelaskan bahwa tingginya volume kendaraan yang melintas menjadi alasan utama pelebaran jalan harus segera direalisasikan.

“Dengan lebar jalan sebelumnya sekitar lima meter, tetapi dilalui sekitar 7.500 kendaraan saat akhir pekan, ruas ini menjadi salah satu titik terpadat di Provinsi Lampung. Karena itu, kita tingkatkan menjadi 14 meter agar akses menuju kawasan wisata lebih lancar,” jelasnya.

Menurut Gubernur, pembangunan infrastruktur jalan yang memadai akan memberikan efek berganda (multiplier effect), mulai dari meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan, tumbuhnya usaha mikro dan ekonomi kreatif, hingga meningkatnya pendapatan masyarakat di kawasan pesisir.

Ia juga mengungkapkan bahwa proses pembebasan lahan hampir selesai berkat dukungan masyarakat yang memahami pentingnya pembangunan tersebut bagi kepentingan bersama.

Di sisi lain, masyarakat yang berada di sepanjang jalur pembangunan menyambut baik rencana pelebaran jalan tersebut. Mereka berharap proyek dapat segera direalisasikan dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, keadilan dalam proses pembebasan lahan, serta meminimalkan dampak terhadap aktivitas masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.

Ke depan, peningkatan konektivitas Jalan R.E. Martadinata–Lempasing–Padang Cermin diharapkan menjadi katalisator pertumbuhan kawasan wisata pesisir Lampung. Akses yang semakin baik diyakini akan meningkatkan daya tarik investasi, memperkuat sektor pariwisata, memperlancar distribusi hasil perikanan dan produk lokal, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Melalui pembangunan infrastruktur yang terintegrasi dengan pengembangan kawasan wisata, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya menghadirkan pembangunan yang tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi baru, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan menuju terwujudnya Lampung Maju.

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *