SelidikPost.com, Bandar Lampung — Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Retret Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung di Islamic Centre, Bandar Lampung, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk memperkuat kepemimpinan birokrasi, integritas aparatur, serta sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menegaskan, penguatan birokrasi tidak cukup hanya dilakukan melalui peningkatan kompetensi teknis. Menurutnya, hal tersebut harus diawali dengan pembentukan karakter, integritas, dan spiritualitas para pemimpin birokrasi.
Gubernur menjelaskan, pelaksanaan retret di lingkungan masjid memiliki makna yang mendalam. Masjid menjadi simbol bahwa kepemimpinan pemerintahan harus dibangun di atas nilai-nilai kejujuran, amanah, keadilan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sejarah Islam, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, musyawarah, pemerintahan, dan peradaban.
“Nilai-nilai itulah yang ingin kita hadirkan dalam tata kelola pemerintahan di Provinsi Lampung. Kita ingin birokrasi dibangun di atas fondasi moral yang kuat sehingga setiap kebijakan tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga membawa kemaslahatan bagi masyarakat,” pesan Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan.
Selain penyampaian materi melalui sambutan resmi, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal juga hadir secara langsung dalam rangkaian retret untuk memberikan motivasi kepada seluruh peserta.
Dalam suasana hangat dan penuh keterbukaan, Gubernur berdialog serta berbincang dengan para Sekda kabupaten/kota se-Provinsi Lampung mengenai berbagai tantangan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah.
Melalui forum diskusi yang berlangsung interaktif tersebut, Gubernur mendorong para Sekda untuk terus memperkuat kolaborasi, menjaga integritas, serta menghadirkan birokrasi yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Gubernur juga mengajak seluruh Sekda menjadikan jabatan sebagai amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Dialog tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman, gagasan, serta solusi atas berbagai persoalan daerah. Pada saat yang sama, forum tersebut juga mempererat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota.
Gubernur menegaskan, Sekretaris Daerah memiliki posisi strategis sebagai penggerak utama birokrasi di daerah. Sekda memiliki peran penting dalam memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan efektif, menjaga kualitas pelayanan publik, memperkuat akuntabilitas, serta membangun budaya kerja yang profesional di lingkungan pemerintah daerah.
Melalui kegiatan retret ini, para Sekda diharapkan mampu memperkuat komitmen sebagai pelayan masyarakat, meningkatkan kolaborasi lintas perangkat daerah, serta menghadirkan birokrasi yang profesional sekaligus berakhlak.
Birokrasi dituntut bekerja berdasarkan kompetensi, namun tetap menjunjung tinggi hati nurani, kejujuran, amanah, dan keadilan.
Gubernur mengingatkan agar seluruh nilai, pengalaman, dan pembelajaran yang diperoleh selama retret tidak berhenti ketika kegiatan berakhir. Sebaliknya, semangat tersebut harus menjadi energi baru dalam menjalankan amanah pemerintahan di daerah masing-masing.
Di tengah tantangan pembangunan yang semakin kompleks, birokrasi dituntut mampu bekerja cepat, adaptif, memperkuat kolaborasi, serta memiliki integritas yang kokoh.
Sinergi yang kuat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan pemerintah kabupaten/kota diyakini dapat mempercepat pembangunan, meningkatkan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Sekda yang telah mengikuti retret dengan penuh kesungguhan.
Ia berharap seluruh ilmu, pengalaman, refleksi, serta semangat kebersamaan yang terbangun selama kegiatan dapat menjadi bekal dalam menjalankan tugas dan pengabdian di daerah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap dapat semakin memperkuat birokrasi yang profesional, berintegritas, kolaboratif, berakhlak, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi masyarakat. (Pemprov Lampung)



