
Selidikpost.com,Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meminta Pemerintah Kabupaten Pesawaran mempercepat penanganan Tuberkulosis (TBC) melalui penemuan kasus secara aktif, investigasi kontak, pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), hingga edukasi masyarakat secara masif.
Arahan tersebut disampaikan Jihan saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) Kabupaten Pesawaran secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Kamis (21/5/2026).
Dalam rapat tersebut, Jihan mengungkapkan bahwa capaian penemuan kasus TBC di Kabupaten Pesawaran masih sangat rendah, yakni baru mencapai 13 persen dari target nasional sebesar 90 persen.
“Angka ini menunjukkan masih banyak kasus TBC yang belum ditemukan atau belum terdiagnosis. Pelibatan fasilitas kesehatan swasta, praktik mandiri dokter, dan jejaring Public-Private Mix (PPM) juga belum maksimal dalam penemuan maupun pelaporan kasus,” ujar Jihan.
Investigasi Kontak Belum Optimal
Selain rendahnya penemuan kasus, Wagub Jihan juga menyoroti masih minimnya pelaksanaan investigasi kontak terhadap pasien TBC bakteriologis serta rendahnya pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan proses monitoring dan evaluasi di tingkat puskesmas belum berjalan secara optimal.
“Rendahnya investigasi kontak berdampak langsung pada sedikitnya sasaran yang teridentifikasi untuk mendapatkan TPT. Padahal langkah ini penting untuk memutus rantai penularan,” katanya.
Ia menambahkan, masih terdapat ketimpangan capaian antarindikator program TBC di Kabupaten Pesawaran. Hal itu mengindikasikan bahwa kesinambungan layanan, mulai dari penemuan kasus, investigasi kontak hingga terapi pencegahan, belum berjalan secara maksimal.
Masyarakat Harus Dilibatkan
Jihan menilai keberhasilan eliminasi TBC tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat.
Peran kader kesehatan, desa atau kampung siaga TBC, tokoh masyarakat, hingga organisasi kemasyarakatan dinilai sangat penting dalam meningkatkan edukasi sekaligus mempercepat penemuan kasus di lingkungan masyarakat.
“Peran kader, desa atau kampung siaga TBC, serta tokoh masyarakat sangat penting dalam edukasi dan penemuan kasus di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Minta Pesawaran Segera Susun RAD TBC
Dalam kesempatan itu, Wagub Jihan meminta Pemerintah Kabupaten Pesawaran segera menyusun dan menetapkan Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC sebagai pedoman bersama dalam percepatan eliminasi penyakit tersebut.
“Saya meminta Pemerintah Kabupaten Pesawaran segera menyusun dan menetapkan RAD Penanggulangan TBC sebagai pedoman lintas sektor dalam percepatan eliminasi TBC,” tegasnya.
Ia juga meminta Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) yang telah dibentuk sejak 2024 agar dioptimalkan melalui rapat koordinasi rutin, pembagian tugas lintas organisasi perangkat daerah (OPD), serta monitoring dan evaluasi berkala terhadap capaian program.
Menurutnya, seluruh perangkat daerah, camat, kepala desa, organisasi profesi, hingga fasilitas pelayanan kesehatan pemerintah maupun swasta harus terlibat aktif dalam percepatan penanggulangan TBC.
Perkuat Skrining dan Pendampingan
Jihan juga menginstruksikan agar penemuan kasus dilakukan secara lebih masif melalui skrining berbasis wilayah dan komunitas dengan melibatkan kader kesehatan.
Ia meminta puskesmas melakukan pemetaan wilayah dengan tingkat penemuan kasus terendah untuk menjadi prioritas intervensi, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan klinik, rumah sakit, serta praktik mandiri dokter melalui jejaring Public-Private Mix (PPM).
Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran diminta meningkatkan pembinaan dan pendampingan kepada seluruh puskesmas dan rumah sakit, terutama terkait tata laksana pelayanan, pencatatan dan pelaporan kasus, investigasi kontak, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).
Melalui penguatan koordinasi lintas sektor dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, Pemerintah Provinsi Lampung berharap upaya percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Pesawaran dapat berjalan lebih efektif dan mendukung target nasional eliminasi TBC. (Adpim)








