Gubernur Mirza Gaet Investor Malaysia, Lampung Siap Jadi Pusat Energi Hijau dan Industri Masa Depan

banner 468x60

Selidikpost.com, Bandar Lampung — Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal memperkuat langkah pengembangan energi hijau dan infrastruktur berkelanjutan melalui kerja sama strategis dengan perusahaan asal Malaysia, Citaglobal Berhad.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Letter of Intent (LoI) dan diperkuat melalui Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu (13/5/2026).

Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Gubernur Mirza bersama Executive Chairman & President Citaglobal Berhad, Tan Sri Dato’ Sri Mohamad Norza Zakaria.

Kerja sama ini menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong transformasi ekonomi daerah berbasis energi terbarukan, hilirisasi industri, dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Kerja sama tersebut difokuskan pada penyusunan kajian pengembangan di bidang energi hijau dan pengelolaan limbah, meliputi pengolahan sampah menjadi energi (Waste to Energy), biomassa limbah industri, hingga proyek tenaga surya.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas berbagai peluang investasi strategis, mulai dari energi terbarukan, biomassa, pengolahan sampah menjadi energi, hingga pembangunan kawasan industri dan infrastruktur penunjang ekonomi baru di Lampung.

“Ke depan fokus kami di Provinsi Lampung memang akan mengarah pada energi, terutama energi terbarukan,” ujar Gubernur Mirza.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan energi hijau. Pemerintah Provinsi Lampung mencatat sedikitnya terdapat tiga bendungan yang layak dikembangkan menjadi proyek floating solar panel dengan kapasitas mencapai 150 hingga 200 megawatt per bendungan.

Selain itu, Lampung juga dinilai memiliki potensi biomassa yang besar karena ditopang sektor pertanian dan perkebunan.

“Lampung ini punya sekitar 1,3 juta hektar potensi biomassa. Ada padi, jagung, singkong, nanas, bagas tebu, dan lainnya,” katanya.

Tak hanya energi baru terbarukan, Pemerintah Provinsi Lampung juga menawarkan peluang pengembangan proyek Waste to Energy (WtE) sebagai solusi jangka panjang penanganan sampah sekaligus sumber energi alternatif.

“Untuk energi dari sampah juga bisa dikembangkan di sini karena pertumbuhan sampahnya masih tinggi,” ungkap Mirza.

Selain sektor energi, pembahasan juga mencakup peluang pengembangan kawasan industri baru di Lampung. Posisi geografis Lampung yang dekat dengan Jakarta dan memiliki pelabuhan laut dinilai sangat strategis untuk mendukung hilirisasi komoditas Sumatera bagian selatan.

“Kami ingin Lampung tidak hanya menjual komoditas mentah, tetapi juga tumbuh melalui hilirisasi dan industri bernilai tambah,” tegas Gubernur Mirza.

Sementara itu, President Citaglobal Berhad Mohamad Norza Zakaria memaparkan pengalaman perusahaan mereka dalam pengembangan energi hijau dan infrastruktur di Malaysia.

Ia menjelaskan bahwa Citaglobal saat ini mengembangkan berbagai proyek clean energy seperti floating solar, biogas, Waste to Energy, telekomunikasi, hingga konstruksi.

Norza menyebut perusahaan mereka tengah mengembangkan proyek floating solar berkapasitas 200 megawatt di Malaysia dan terlibat dalam penyediaan energi hijau untuk proyek jalur kereta East Coast Rail Link (ECRL).

Citaglobal juga membawa teknologi Waste to Energy asal Jerman yang mampu mengolah sampah menjadi sumber energi baru dan ramah lingkungan.

Selain itu, perusahaan tersebut mengembangkan proyek biogas berbasis limbah kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) bersama perusahaan asal Singapura, Keppel.

“Kami berharap ini menjadi permulaan yang baik dan insyaallah dapat melaksanakan berbagai proyek di sini,” ujar Norza.

Dalam kesempatan tersebut turut dilakukan penandatanganan MoU antara PT Lampung Jasa Utama dan Citaglobal Environment Management Sdn Bhd terkait penjajakan pengembangan Eco-Industrial Park di Provinsi Lampung.

Selain itu, PT Lampung Jasa Utama juga menandatangani kerja sama dengan Citaglobal New Energy Sdn Bhd terkait inisiatif pengolahan limbah padat biomassa menjadi uap, listrik, dan gas untuk kebutuhan industri serta jaringan listrik (power grid). (Adpim )

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *