SelidikPost.com, Bandarlampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal resmi menutup rangkaian kegiatan Lampung Sharia Economic Festival (LASEF) Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Sumatera 2026 yang diselenggarakan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Lampung di Lampung City Mall, Minggu (10/5/2026).
LASEF 2026 berlangsung selama tiga hari, mulai 8 hingga 10 Mei 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi Bank Indonesia bersama Pemerintah Provinsi Lampung dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengakselerasi pengembangan UMKM, memperluas gaya hidup halal (halal lifestyle), serta mendorong lahirnya sumber pertumbuhan ekonomi baru berbasis ekonomi dan keuangan syariah di Provinsi Lampung.
Mengusung tema “Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan di Provinsi Lampung”, festival ini menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari pameran UMKM, bazar kuliner halal, business matching pembiayaan syariah, hingga promosi berbagai produk unggulan khas Lampung.
Dalam sambutannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia Provinsi Lampung yang kembali sukses menyelenggarakan LASEF pada tahun 2026.
Menurut Gubernur Mirza, penyelenggaraan LASEF membuktikan bahwa ekonomi syariah tidak lagi sekadar konsep, tetapi telah tumbuh nyata di tengah masyarakat melalui berbagai aktivitas yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha dan masyarakat luas.
“Tadi telah kita saksikan bagaimana ekonomi syariah hadir dan tumbuh secara nyata di tengah masyarakat melalui berbagai rangkaian kegiatan yang inspiratif dan penuh manfaat,” ujar Gubernur.
Ia menegaskan, Provinsi Lampung memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah karena didukung kekuatan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan UMKM yang menjadi bagian penting dari ekosistem ekonomi syariah.
Partisipasi puluhan pelaku UMKM dalam Halal Mart, menurutnya, menjadi bukti besarnya potensi produk lokal Lampung, mulai dari kuliner, produk olahan, kopi khas Lampung hingga berbagai wastra lokal yang memiliki daya saing di pasar nasional maupun internasional.
Pemerintah Provinsi Lampung, lanjut Gubernur, akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan agar ekonomi syariah mampu menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya yakin, dengan didukung kekuatan sektor pertanian, UMKM, industri halal, pondok pesantren, serta potensi zakat dan wakaf produktif yang terus berkembang, ekonomi syariah akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Lampung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bimo Epyanto, mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Lampung, asosiasi pelaku usaha, pondok pesantren, lembaga keuangan, serta seluruh UMKM yang telah berkontribusi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Lampung.
Ia menyampaikan bahwa selama tiga hari pelaksanaan LASEF 2026, antusiasme masyarakat sangat tinggi, terlihat dari ramainya pengunjung yang mengikuti pameran UMKM, bazar kuliner halal, hingga promosi produk-produk unggulan daerah seperti kopi dan keripik khas Lampung.
Salah satu capaian terbesar LASEF 2026 adalah keberhasilan kegiatan business matching pembiayaan syariah yang mencatat komitmen pembiayaan sekitar Rp230 miliar. Program tersebut melibatkan 15 lembaga keuangan syariah dan menjangkau sebanyak 9.873 pelaku UMKM di Provinsi Lampung.
Melalui keberhasilan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Bank Indonesia berharap kolaborasi yang telah terbangun dapat terus diperkuat guna mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah yang semakin maju, inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu pusat pengembangan ekonomi syariah di Sumatera. (Adpim)









