SelidikPost.com, Bandar Lampung — Pemerintah Kota Bandar Lampung bersama Kodim 0410 berkolaborasi mempercepat normalisasi sungai di sejumlah titik wilayah Kota Bandar Lampung, sebagai upaya mengantisipasi banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.
Berdasarkan pantauan pada Sabtu (18/4/2026), Satgas Bandar Lampung yang terdiri dari BPBD, DLH, Satpol PP, Dinas PU, kecamatan, kelurahan, serta Linmas bersama TNI melakukan kegiatan normalisasi sungai sejak pukul 08.00 WIB.
Kegiatan ini difokuskan pada pembersihan aliran sungai, pengangkatan sedimentasi, serta penataan badan sungai yang mengalami penyempitan, sehingga aliran air dapat berjalan lebih lancar dan optimal.
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, turut turun langsung meninjau proses normalisasi sungai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menangani persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.
“Normalisasi ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi terdampak luapan air sungai saat hujan deras,” ujar Eva Dwiana di sela peninjauan.
Ia juga menegaskan, Satgas Bandar Lampung harus tetap siaga meskipun dalam kondisi tidak hujan, mengingat potensi bencana dapat terjadi kapan saja.
“Kita harus selalu siap. Jangan menunggu hujan datang baru bergerak, karena bencana bisa terjadi sewaktu-waktu,” tegasnya.
Selain normalisasi sungai, Pemerintah Kota Bandar Lampung juga melakukan percepatan penanganan gorong-gorong di berbagai wilayah, termasuk pembersihan sedimentasi tebal yang selama ini menjadi penyebab utama tersumbatnya aliran air.
Penataan konstruksi badan sungai di sejumlah titik juga dilakukan guna meningkatkan kapasitas tampung air, terutama di kawasan yang selama ini rawan banjir.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga melibatkan alat berat untuk mempercepat proses pengerukan dan pengangkatan material lumpur, sehingga hasil normalisasi dapat lebih maksimal.
Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Pemkot dalam penanganan banjir secara terpadu, yang tidak hanya bersifat sementara, tetapi berkelanjutan.
Selain itu, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai dan saluran air, karena hal tersebut menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya penyumbatan.
Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi persoalan banjir, yang selama ini menjadi perhatian serius di Kota Bandar Lampung.
Ke depan, Pemkot Bandar Lampung juga berencana melakukan pemetaan titik-titik rawan banjir secara lebih detail, guna menentukan prioritas penanganan yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Dengan langkah terpadu ini, diharapkan risiko banjir di Kota Bandar Lampung dapat diminimalisir secara signifikan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas dengan lebih aman dan nyaman, khususnya saat musim hujan tiba. ( Bust )









