SelidikPost.com, Bandarlampung – Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam mempercepat eliminasi tuberkulosis (TBC) sebagai bagian dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut diperkuat melalui sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam kegiatan Komitmen Percepatan Eliminasi Tuberkulosis yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus dan Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus di Aula Semergou, Pemerintah Kota Bandar Lampung, Selasa (14/4/2026).
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan, kehadiran pemerintah pusat merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam mempercepat penemuan kasus, pengobatan, serta pencegahan penyebaran TBC secara berkelanjutan.
“Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan bagi kami di daerah, khususnya Pemerintah Kota Bandar Lampung, untuk memperkuat komitmen dalam percepatan eliminasi TBC, terutama dalam penemuan kasus baru di tengah masyarakat,” ujar Gubernur Mirza.
Menurutnya, TBC bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga menjadi tantangan sosial dan ekonomi karena berdampak langsung terhadap produktivitas masyarakat serta kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, penanganannya harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Gubernur Mirza juga mengapresiasi pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat sebagai langkah strategis memperkuat deteksi dini berbagai penyakit, termasuk TBC, hipertensi, dan diabetes.
Ia menilai program tersebut akan memperkuat layanan kesehatan primer di puskesmas sehingga masyarakat memperoleh penanganan lebih cepat tanpa harus selalu dirujuk ke rumah sakit.
Saat ini, RSUD Dr. H. Abdul Moeloek menerima sekitar 700 pasien rujukan setiap hari. Dengan optimalisasi layanan kesehatan di tingkat puskesmas, beban rumah sakit diharapkan dapat berkurang sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dari sisi capaian pelayanan kesehatan, Provinsi Lampung menunjukkan tren yang menggembirakan.
Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan meningkat dari 103 persen pada tahun 2024 menjadi 131 persen pada 2025. Sementara pada triwulan pertama 2026, realisasi capaian telah mencapai 19 persen.
Di bidang pengendalian TBC, tingkat keberhasilan pengobatan kasus TBC sensitif obat juga mengalami peningkatan.
Pada tahun 2024 tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 95 persen, meningkat menjadi 98 persen pada 2025, sedangkan hingga triwulan pertama 2026 capaian pengobatan telah mencapai 81 persen.
Gubernur Mirza mengajak seluruh tenaga kesehatan, kader, organisasi kemasyarakatan, komunitas, dunia usaha, hingga masyarakat untuk bersama-sama memperkuat upaya eliminasi TBC di Provinsi Lampung.
“Syarat utama menuju Indonesia Emas 2045 adalah masyarakat yang sehat. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan sinergi seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kesadaran serta pemanfaatan layanan kesehatan,” tegasnya.
Pemerintah Pusat Tambah Anggaran Rp4,1 Triliun
Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus menegaskan bahwa pemerintah pusat menjadikan penanggulangan TBC sebagai salah satu program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Untuk mempercepat eliminasi TBC, Kementerian Kesehatan mengalokasikan tambahan anggaran sebesar Rp4,1 triliun yang akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur pelayanan kesehatan, pengadaan alat kesehatan modern, serta mendukung kinerja kader kesehatan di seluruh Indonesia, termasuk Provinsi Lampung.
“Indonesia masih berada di peringkat kedua dengan jumlah kasus TBC tertinggi di dunia. Karena itu, penanganannya tidak cukup hanya melalui pengobatan, tetapi harus diperkuat dengan upaya pencegahan dan deteksi dini,” ujarnya.
Di Kota Bandar Lampung sendiri, tercatat sekitar 4.300 kasus TBC sepanjang tahun sebelumnya.
Karena itu, pemerintah akan memperkuat strategi Active Case Finding (ACF) melalui Program Cek Kesehatan Gratis dengan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh anggota keluarga yang tinggal serumah dengan pasien TBC.
“Kalau ada 4.300 kasus, maka seluruh anggota keluarga di rumah tersebut harus diperiksa. Ini penting untuk memutus rantai penularan,” jelas Benjamin.
Selain pemeriksaan aktif, pemerintah juga akan memperluas pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi masyarakat yang tinggal serumah dengan pasien TBC meskipun belum menunjukkan gejala penyakit.
Sebagai bentuk penguatan di tingkat akar rumput, pemerintah pusat juga akan memberikan insentif bulanan kepada sekitar 5.200 kader TBC yang tersebar di seluruh desa di Provinsi Lampung.
Benjamin menambahkan, anggaran tambahan tersebut juga akan digunakan untuk pengadaan alat rontgen digital modern, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta penyediaan sarana pendukung lainnya guna mempercepat deteksi kasus di lapangan.
Selain fokus pada eliminasi TBC, pemerintah pusat juga terus mengakselerasi program percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas.
Sinergi Pusat dan Daerah
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menegaskan bahwa keberhasilan eliminasi penyakit menular sangat bergantung pada sinergi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan kesiapan Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk melaksanakan seluruh arahan pemerintah pusat dalam menekan angka kasus TBC melalui penguatan edukasi masyarakat dan pelayanan kesehatan.
“Kami terus aktif melakukan sosialisasi kesehatan, termasuk mengenai TBC. Insyaallah angka kasus dapat ditekan dan kami siap menjalankan seluruh arahan pemerintah pusat,” ujarnya.
Saat ini, Kota Bandar Lampung didukung oleh 31 puskesmas, yang terdiri atas 15 puskesmas rawat jalan dan 16 puskesmas rawat inap, serta diperkuat dengan 50 puskesmas pembantu dan 126 pos layanan kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat, Provinsi Lampung optimistis mampu mempercepat eliminasi TBC sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Upaya ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masyarakat Lampung yang sehat, produktif, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.









