Selidikpost.com, Bandarlampung — Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menghadiri kegiatan “Jabat Tangan Ride” yang digelar di Bun Kopi, PKOR Way Halim, Bandarlampung, Minggu (12/04/2026).
Di hadapan ratusan komunitas motor dan pengemudi ojek online, Gubernur memaparkan capaian strategis serta rencana besar pembangunan Lampung, mulai dari infrastruktur hingga isu kesehatan.
Menjawab keluhan masyarakat terkait jalan rusak, Gubernur yang akrab disapa Mirza menjelaskan bahwa dari total 1.700 kilometer jalan provinsi, terdapat sekitar 300 hingga 380 kilometer yang menjadi prioritas perbaikan.
“Target kita pada 2029, titik-titik jalan yang rusak bisa dituntaskan agar tidak mengganggu mobilitas masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perubahan persepsi keamanan di Lampung sebagai faktor pendukung pertumbuhan sektor pariwisata.
“Kita harus bersama-sama mengubah persepsi bahwa Lampung itu tidak aman. Jika persepsi ini berubah, insyaallah wisatawan akan semakin banyak datang,” tambahnya.
Gubernur mengungkapkan bahwa ekonomi Lampung pada tahun 2025 mengalami pertumbuhan signifikan, didorong kenaikan harga komoditas seperti padi, jagung, dan singkong.

Hal tersebut tercermin dari peningkatan penjualan kendaraan hingga 20–30 persen di awal tahun, yang menjadi indikator meningkatnya daya beli masyarakat.
Menurutnya, strategi ini sejalan dengan visi pemerintah pusat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis desa, di mana hasil pajak dari pertumbuhan ekonomi 2025 kembali dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur pada 2026.
Terkait isu kesehatan, Gubernur memberikan klarifikasi mengenai meningkatnya angka HIV/AIDS di Bandarlampung.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan tersebut terjadi karena pemerintah melakukan pelacakan (tracking) secara masif, seperti saat penanganan pandemi.
“Semakin banyak dideteksi, semakin cepat kita bisa melakukan langkah pencegahan. Data ini kami sampaikan agar masyarakat lebih waspada,” tegasnya.
Sementara itu, anggota Komisi V DPRD Lampung, Puji Sartono, menyatakan dukungan penuh terhadap program Gubernur melalui berbagai terobosan.
Ia menyoroti program Sekolah Rakyat untuk masyarakat kurang mampu serta pembangunan rumah sakit di Pesisir Barat guna memperluas akses layanan kesehatan, termasuk layanan cuci darah (hemodialisa).
Selain itu, pemerintah juga fokus pada peningkatan keterampilan (skill) masyarakat, di antaranya pelatihan petani menjadi mekanik alat pertanian serta pembekalan vokasi bagi lulusan SMA/SMK.
“Tujuannya agar tenaga kerja kita memiliki daya saing tinggi, termasuk bagi pekerja migran ke luar negeri,” jelasnya.
Menutup kegiatan, Gubernur mengajak komunitas motor dan pengemudi ojek online untuk menjadi duta pariwisata daerah.
Ia menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan ke Lampung pada 2025 mencapai 25 juta orang, dan diharapkan terus meningkat.
“Sampaikan bahwa Lampung bukan hanya indah, tetapi juga aman dan masyarakatnya ramah,” pungkasnya.
Kegiatan Sunday Morning Ride (Sunmori) ini diikuti ratusan peserta dari komunitas motor dan ojek online di Lampung.
(Adpim)










