SelidikPost.com, Bandar Lampung — Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, kembali melepas ratusan jemaah umrah asal Kota Bandar Lampung yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci. Sebelum keberangkatan, ratusan jemaah mengikuti kegiatan manasik umrah yang digelar di Gedung Semergou, Jumat (6/2/2026).
Dalam sambutannya, Eva Dwiana menyampaikan bahwa total jemaah umrah asal Kota Bandar Lampung yang dijadwalkan berangkat mencapai sekitar 500 orang. Namun, untuk tahap awal, Pemkot Bandar Lampung memberangkatkan terlebih dahulu sebanyak 350 jemaah, sementara sekitar 150 jemaah sisanya akan diberangkatkan pada kloter berikutnya.
“Yang berangkat ini kurang lebih 500 orang. Kita berangkatkan dulu 350 orang, sementara 150 itu kloter selanjutnya. Insyaallah tanggal 9 nanti berangkat,” ujar Eva Dwiana.
Ia menjelaskan bahwa pada kloter pertama, Pemkot memprioritaskan jemaah dari kelompok rentan, seperti lanjut usia dan penyandang disabilitas.
“Yang diprioritaskan itu yang rentan, umurnya sudah sepuh dan yang disabilitas,” katanya.
Eva Dwiana juga mengingatkan agar seluruh jemaah menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah, mengingat kondisi cuaca di Arab Saudi yang sedang memasuki musim dingin.
“Musim dingin jangan lupa dijaga kesehatannya. Kalau waktunya ibadah, ibadah, kalau makan ikut arahan petugas,” pesannya.
Untuk keberangkatan berikutnya, Eva menyebut akan ada kloter kedua yang dijadwalkan berangkat setelah Lebaran Haji, dengan jumlah jemaah yang diperkirakan mencapai sekitar 500 orang, mengingat padatnya jadwal penerbangan umrah saat ini.
“Kloter kedua berangkat setelah Lebaran Haji, karena sekarang memang lagi penuh-penuhnya,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Eva Dwiana juga meminta agar para jemaah turut mendoakan Kota Bandar Lampung selama berada di Tanah Suci.
“Doakan Kota Bandar Lampung ketika di Mekah nanti. Semoga berangkat sehat, lancar, dan pulang menjadi umrah yang mabrur,” tuturnya.
Selain program umrah, Eva menegaskan bahwa Pemkot Bandar Lampung juga memberikan dukungan kepada umat beragama lain untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinannya masing-masing.
“Kita juga memberangkatkan umat agama lain, Hindu, Buddha, Kristen, Protestan, dan lainnya untuk ibadahnya. Ada yang ke Bali, ke Tibet, ke Jogja, sampai ke Yerusalem,” pungkasnya. ( Bust )










