Jakarta, SelidikPost.com — Janji Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Soni Sonjaya, untuk mengakomodir para korban calon mitra kini mulai dipertanyakan. Pasalnya, lebih dari satu bulan pasca pertemuan resmi yang digelar pada 23 Desember 2025 di Hotel Gren Alia, Jakarta, para korban belum juga memperoleh kejelasan status kemitraan.
Padahal, dalam pertemuan yang dihadiri langsung oleh Wakil Kepala BGN, Soni Sonjaya secara terbuka menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti dan mengakomodir seluruh korban yang hadir. Namun hingga kini, tidak ada keputusan tertulis maupun langkah konkret yang dirasakan para korban.
Pertemuan tersebut difasilitasi oleh Aliansi Pemantau Program BGN (APP BGN) dan dihadiri oleh 128 orang korban dari berbagai daerah, bersama jajaran pengurus APP BGN dan perwakilan BGN. Pertemuan itu semula diharapkan menjadi titik terang atas persoalan yang menimpa para calon mitra.
Salah satu korban, Anggara Wijaya, mengungkapkan bahwa seluruh persyaratan kemitraan telah dipenuhi sesuai ketentuan yang disampaikan sebelumnya. Bahkan, dapur yang menjadi syarat utama kemitraan telah dibangun dan disiapkan hingga 100 persen.
“Semua sudah kami penuhi. Dapur sudah siap, biaya sudah keluar, tapi status kami tidak juga dinaikkan. Sampai hari ini kami hanya diminta menunggu tanpa batas waktu yang jelas,” tegas Anggara.
Akibat ketidakjelasan tersebut, para korban mengalami kerugian finansial yang signifikan, dengan nilai berkisar dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah per orang. Dana tersebut telah digunakan untuk pembangunan dapur, pengadaan peralatan, serta biaya operasional lainnya.
Para korban menilai, ketiadaan kepastian ini berpotensi menimbulkan kerugian yang semakin besar, sekaligus menimbulkan pertanyaan serius terkait mekanisme dan pengawasan dalam proses kemitraan program BGN.
Hingga lebih dari satu bulan berlalu sejak pertemuan tersebut, para korban belum menerima kejelasan tertulis, surat keputusan, maupun jadwal tindak lanjut resmi dari BGN, sebagaimana yang dijanjikan dalam pertemuan.
Para korban berharap Badan Gizi Nasional segera mengambil langkah tegas dan transparan, agar persoalan ini tidak terus berlarut-larut dan menimbulkan dampak hukum maupun sosial yang lebih luas.
Hingga berita ini diturunkan, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Soni Sonjaya belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp juga belum mendapatkan respons.(*)









