Bandar Lampung, SelidikPost.com – Anggota DPRD Kota Bandar Lampung dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Suhada, S.T., menggelar kegiatan Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) di Kelurahan Sawah Lama, Kecamatan Tanjung Karang Timur, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan tersebut diikuti masyarakat setempat dengan penuh antusias. Suasana dialog berlangsung hangat dan interaktif, mencerminkan tingginya minat warga terhadap penguatan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam sambutannya, Suhada menegaskan bahwa PIP-WK bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang pembelajaran bersama untuk terus meningkatkan kualitas diri, baik dari sisi wawasan kebangsaan, ideologi, maupun keterampilan sosial.
“Kegiatan ini adalah momentum atau wadah untuk kita terus meng-upgrade wawasan, termasuk meng-upgrade skill ideologi dan kemampuan kita dalam kehidupan keseharian,” ujar Suhada.
Ia menyampaikan keyakinannya bahwa nilai-nilai Pancasila sejatinya telah hidup di tengah masyarakat. Namun, nilai tersebut perlu terus dipupuk dan diperkuat melalui pembinaan dan pengayaan wawasan ideologi kebangsaan.
Menurutnya, pembinaan ideologi tidak harus selalu disampaikan secara normatif dan formal.
“Tidak harus bicara pasal ke pasal, ayat ke ayat. Bisa melalui hal-hal keseharian, bagaimana membangun keluarga, bagaimana berdakwah, dan seterusnya. Semuanya dalam rangka kebaikan-kebaikan,” tuturnya.
Suhada menekankan bahwa Pancasila harus dihidupkan dalam praktik nyata, bukan sekadar menjadi konsep teoritis. Ia juga menyinggung peran PKS dalam menerjemahkan nilai ideologi kebangsaan ke dalam aksi sosial konkret.
Ia mencontohkan keterlibatan PKS saat bencana alam melanda tiga provinsi di Sumatera beberapa waktu lalu.
“Sebagai sebuah partai, kami menjalankan ideologi itu dengan menyerukan kepada seluruh kader dan masyarakat untuk membantu meringankan musibah. Kami juga mengirim relawan langsung ke lokasi bencana,” jelasnya.
Relawan PKS, lanjut Suhada, terlibat dalam berbagai kegiatan sosial, mulai dari membersihkan masjid dan musala, memberikan layanan kesehatan, hingga membuka bengkel motor dan mobil gratis bagi warga terdampak.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk nyata pengamalan nilai Pancasila sekaligus nilai keagamaan yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Di akhir sambutannya, Suhada mengajak seluruh peserta untuk terus memperkuat jati diri sebagai warga negara yang berkarakter Pancasilais.
“Mari kita perkuat jati diri kita, terlibat aktif dalam pembinaan kepribadian, dan memberi contoh bagaimana keluarga da’i, keluarga kita, bisa menjadi teladan bagi masyarakat NKRI. Sehingga Pancasila benar-benar hidup dalam diri kita,” katanya.
Mengawali tahun 2026, Suhada juga berharap seluruh masyarakat senantiasa diberi kesehatan serta peningkatan iman dan ketakwaan.
“Mudah-mudahan di awal tahun 2026 ini, kita semua semakin baik, semakin sehat, dan semakin bertambah iman serta takwa,” pungkasnya. (*)










