Digitalisasi Aset Daerah di Pahoman Jadi Langkah Awal Pemprov Lampung Perkuat PAD dan Infrastruktur
SelidikPost.Com, Bandar Lampung — Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung, Slamet Riadi, menegaskan komitmen pemerintah dalam menutup celah kebocoran pendapatan daerah melalui penerapan aplikasi Saibara. Penegasan tersebut disampaikan saat sosialisasi Saibara di area olahraga Pahoman, sebagai titik awal penerapan sistem digital pengelolaan aset daerah.
Menurut Slamet Riadi, seluruh pembayaran yang berasal dari pedagang dan pemanfaat aset daerah kini dilakukan secara non-tunai melalui QRIS dan langsung masuk ke kas daerah, tanpa perantara.
“Uang yang didapatkan dari para pedagang langsung masuk ke kas daerah dan akan dipergunakan untuk pembangunan Provinsi Lampung, salah satunya pembangunan dan perbaikan jalan serta infrastruktur lainnya,” tegasnya.
Ia menyebut, penerapan Saibara bukan hanya mempermudah masyarakat dan pelaku usaha, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menciptakan transparansi, akuntabilitas, serta kepastian hukum dalam pemanfaatan aset milik Pemerintah Provinsi Lampung.
Area olahraga Pahoman dipilih karena merupakan aset strategis daerah yang selama ini memiliki aktivitas ekonomi cukup tinggi. Dengan sistem digital, seluruh transaksi tercatat secara real time, sehingga dapat diawasi dan dievaluasi dengan mudah.
Pemerintah Provinsi Lampung melalui Bapenda dan Dispora berencana memperluas penerapan Saibara ke seluruh aset daerah, sebagai bagian dari strategi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan mendukung pembangunan Lampung yang berkelanjutan (ig-KmftkL)









