SelidikPost.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmen sinergi antarwilayah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini terwujud dalam acara Malam Ramah Tamah yang dirangkaikan dengan Penandatanganan Kerja Sama antar kedua provinsi di Mahan Agung, Selasa (6/1/2026).
Acara yang dihadiri jajaran pimpinan daerah, BUMD, dan asosiasi pengusaha dari Lampung dan Jawa Tengah ini mencatat capaian nilai transaksi kerja sama yang menembus angka Rp 833 miliar.
Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Ia menekankan bahwa hubungan Lampung dan Jawa Tengah bukan sekadar kemitraan pemerintahan, tetapi memiliki ikatan emosional dan historis yang kuat melalui sejarah transmigrasi. Akulturasi budaya yang harmonis juga menjadi modal sosial penting bagi pembangunan di Lampung.
“Kerjasama ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga penguatan ikatan sosial dan budaya antar daerah. Lampung dan Jawa Tengah memiliki posisi strategis yang saling melengkapi,” ujar Gubernur Mirza.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Mirza menyoroti posisi strategis masing-masing daerah. Lampung, sebagai gerbang Pulau Sumatera, memiliki keunggulan di sektor pertanian, perkebunan, dan penyediaan bahan baku. Sementara Jawa Tengah telah menjadi role model nasional dalam pengembangan kawasan industri dan manufaktur.

Adapun 11 butir kesepakatan kerja sama yang ditandatangani antara Provinsi Lampung dan Provinsi Jawa Tengah meliputi:
-
Penguatan Pendidikan Vokasi Jenjang SMK.
-
Fasilitasi Pengembangan Sektor Industri dan Perdagangan.
-
Kerjasama Pemanfaatan Gas Bumi dan Pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT).
-
Peningkatan Kapasitas Institusi Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Maritim, dan Perikanan.
-
Pengembangan Wisata Religi dan Wisata Bahari (Pahawang & Karimunjawa).
-
Kerjasama Perdagangan Penyediaan Komoditas.
-
Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan.
-
Kerjasama Suplai Bahan Baku Tepung Tapioka.
-
Kemitraan Rantai Pasok Industri dan Perdagangan (Gula Kristal, Ubi, Kopi, Bawang).
-
Kerjasama Perdagangan Multi Komoditas.
-
Penyediaan Bahan Pangan Komoditas Hasil Pertanian dan Perkebunan.

Kerja sama strategis ini diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi antarprovinsi, tetapi juga memperkuat sinergi pembangunan nasional dan keberlanjutan sektor unggulan masing-masing daerah. (*)










