SelidikPost.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama Wakil Menteri Transmigrasi RI Viva Yoga Mauladi melepas calon transmigran asal Provinsi Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur di Balai Keratun Lantai III, Kantor Gubernur Lampung, Selasa (16/12/2025).
Sebanyak 75 Kepala Keluarga (KK) atau 255 jiwa akan diberangkatkan ke lokasi transmigrasi Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat, dengan jumlah 35 KK atau 133 jiwa.
Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, yang mewakili Gubernur Lampung, menegaskan bahwa program transmigrasi bukan sekadar pindah alamat atau berganti
“Ini adalah tentang keberanian mengambil langkah baru, membuka lembaran hidup yang baru, dan ikut ambil bagian dalam membangun Indonesia. Tidak semua orang berani melakukan itu,” ujarnya.
Marindo menambahkan, transmigrasi merupakan upaya negara agar pembangunan tidak menumpuk di satu wilayah. Program ini diharapkan mampu membuka kesempatan kerja, menumbuhkan wilayah baru, dan menciptakan kehidupan yang lebih layak.
“Dalam kawasan transmigrasi, kita berharap lahir masyarakat yang produktif, saling mendukung, dan mampu menerima nilai pembangunan daerah. Namun semua ini hanya bisa terwujud dengan niat baik, kejujuran, dan kerja keras,” katanya.
Wakil Menteri Transmigrasi RI, Viva Yoga Mauladi, menyampaikan bahwa Lampung identik dengan sejarah transmigrasi dan menjadi contoh kesuksesan program tersebut.
“Program transmigrasi ini salah satunya untuk memperkuat rasa kebangsaan. Percampuran melalui akulturasi budaya, asimilasi pernikahan, hingga lahirnya Puja Kusuma, menunjukkan bahwa perbedaan suku, agama, ras, dan budaya tidak dijadikan sebagai konflik sosial,” jelasnya.
Ia menambahkan, Lampung kini bukan lagi daerah tujuan transmigrasi, melainkan daerah asal transmigran.
“Ini membuktikan bahwa pembangunan di Provinsi Lampung sudah maju dan berkembang,” tegasnya.
Adapun rincian calon transmigran yang dilepas terdiri dari:
- Lampung: 10 KK (33 jiwa)
- Banten: 10 KK (27 jiwa)
- DKI Jakarta: 5 KK (24 jiwa)
- Jawa Barat: 15 KK (43 jiwa)
- Jawa Tengah: 19 KK (73 jiwa)
- Jawa Timur: 16 KK (55 jiwa)
Dalam kesempatan itu, Wamen Viva juga menegaskan bahwa program transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa definitif, 466 kecamatan, 116 kabupaten/kota, dan 3 ibu kota provinsi, yakni Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, dan Papua Selatan (*)










