Pendamping PKH Tegineneng Bangun Semangat Wirausaha KPM Lewat Pengolahan Limbah Plastik

banner 468x60

SelidikPost.Com, Pesawaran — Upaya pemberdayaan masyarakat terus dilakukan oleh Pendamping Sosial Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran. Melalui inovasi berbasis lingkungan dan ekonomi kreatif, Pendamping Sosial PKH Kecamatan Tegineneng, Amri Wibowo, menginisiasi kegiatan pelatihan dan praktik pembuatan paving block berbahan limbah plastik bekas yang diikuti ratusan Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026, bertempat di Balai Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Pelatihan ini menjadi langkah nyata dalam membangun semangat produktivitas dan kewirausahaan bagi KPM PKH agar tidak hanya bergantung pada bantuan sosial, tetapi mampu berkembang menjadi masyarakat yang mandiri secara ekonomi.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pesawaran, M. Zuriadi, Koordinator Tim Provinsi (Katimprov) PKH Lampung, Slamet Riyadi, Koordinator Tim Kabupaten (Katimkab) PKH Pesawaran, Aris Dwi Arsya, serta Camat Tegineneng yang diwakili Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Suparno.

Kehadiran para pejabat dan unsur pendamping sosial tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah plastik menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Bentuk Pemberdayaan Nyata bagi KPM PKH

Dalam sambutannya, M. Zuriadi memberikan apresiasi atas gagasan dan inovasi yang dilakukan Pendamping Sosial PKH Kecamatan Tegineneng.

Menurutnya, program seperti ini merupakan langkah strategis dalam mendukung program pemerintah terkait pengurangan sampah plastik sekaligus peningkatan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan ini sangat positif karena memberikan manfaat ganda, yaitu membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan masyarakat sekaligus membuka peluang usaha baru bagi KPM PKH. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” ujar M. Zuriadi.

Ia juga menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memberikan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi dan dapat diterapkan langsung oleh masyarakat.

Sementara itu, Slamet Riyadi menyampaikan bahwa pendamping sosial PKH saat ini tidak hanya memiliki tugas administratif dalam program bantuan sosial, tetapi juga dituntut mampu mendorong perubahan sosial di tengah masyarakat.

“Pendamping sosial harus mampu menjadi motor penggerak perubahan. KPM PKH harus dibimbing agar memiliki keterampilan dan pola pikir mandiri sehingga ke depan mampu meningkatkan taraf hidup keluarganya,” kata Slamet Riyadi.

Menurutnya, pemanfaatan limbah plastik menjadi paving block merupakan inovasi yang sangat relevan dengan kondisi saat ini karena memiliki nilai ekonomi sekaligus manfaat lingkungan.

Amri Wibowo Ingin Bangun Kemandirian KPM

Pendamping Sosial PKH Kecamatan Tegineneng, Amri Wibowo, mengatakan bahwa kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk menciptakan KPM PKH yang produktif, kreatif, dan memiliki kemampuan usaha mandiri.

Ia menilai bahwa selama ini banyak limbah plastik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara maksimal dan justru menjadi permasalahan lingkungan.

Melalui pelatihan tersebut, limbah plastik diolah menjadi paving block yang memiliki nilai jual dan dapat dimanfaatkan untuk pembangunan lingkungan.

“Kami ingin membangun semangat kemandirian KPM PKH di Kecamatan Tegineneng. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi penerima bantuan sosial, tetapi juga mampu memiliki keterampilan usaha yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga,” ujar Amri Wibowo.

Amri menjelaskan bahwa pelatihan tersebut tidak hanya memberikan materi teori, tetapi juga praktik langsung mulai dari proses pemilahan limbah plastik, pencacahan bahan, proses pembakaran dan pencampuran material, hingga pencetakan paving block siap pakai.

Selain itu, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai cara pemasaran produk dan peluang usaha yang dapat dikembangkan secara kelompok maupun mandiri.

“Kami ingin menanamkan bahwa sampah plastik bukan hanya limbah, tetapi juga bisa menjadi sumber penghasilan apabila diolah dengan baik dan benar,” tambahnya.

Antusiasme Ratusan KPM PKH

Pelatihan tersebut diikuti dengan antusias oleh ratusan KPM PKH dari berbagai desa di Kecamatan Tegineneng. Para peserta tampak aktif mengikuti setiap tahapan praktik pembuatan paving block.

Selain mendapatkan pengetahuan baru, para peserta juga berharap keterampilan tersebut dapat dikembangkan menjadi usaha kelompok maupun usaha rumahan yang mampu membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

“Kami jadi tahu kalau sampah plastik ternyata bisa dibuat menjadi paving block dan punya nilai jual. Semoga ke depan bisa menjadi usaha tambahan bagi kami,” ujar salah satu peserta pelatihan.

Diharapkan Menjadi Program Berkelanjutan

Melalui kegiatan ini, Pendamping Sosial PKH Kecamatan Tegineneng berharap dapat terbentuk kelompok-kelompok usaha mandiri berbasis pengolahan limbah plastik di lingkungan KPM PKH.

Selain meningkatkan perekonomian masyarakat, program tersebut juga diharapkan mampu membantu mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik yang selama ini menjadi persoalan di berbagai wilayah.

Pemerintah daerah dan jajaran pendamping sosial PKH juga berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan pemberdayaan masyarakat yang produktif dan berkelanjutan, khususnya dalam menciptakan KPM PKH yang mandiri, berdaya saing, dan memiliki kemampuan usaha yang dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Dengan adanya pelatihan pembuatan paving block berbahan limbah plastik bekas ini, diharapkan semangat pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Tegineneng terus tumbuh dan mampu menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengembangkan program ekonomi kreatif berbasis lingkungan

. (*)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *