Dari Sekolah Percontohan, MBG di SDN 2 Sukarame Kini Terhenti Sementara

banner 468x60

SelidikPost.com, Bandar LampungSD Negeri 2 Sukarame yang sebelumnya menjadi salah satu sekolah percontohan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG), kini mengalami penghentian sementara sejak awal tahun 2026.

Kepala SDN 2 Sukarame, Erdi Hadstuty, mengungkapkan bahwa program MBG mulai diterima sekolahnya sejak 14 April 2025 dan berjalan lancar hingga Desember 2025.

Waktu itu kami termasuk yang pertama menerima MBG. Bahkan sebelum pelaksanaan, kami sudah tanda tangan MoU dan program berjalan lancar sampai Desember 2025,” ujarnya, Selasa (10/2/2026).

Ia menjelaskan, dapur penyedia MBG saat itu berasal dari Dapur Ombai atau SPPG Sukarame 1 yang lokasinya cukup dekat dengan sekolah, sehingga distribusi makanan berjalan efektif dan tepat waktu.

SDN 2 Sukarame memiliki 480 siswa dengan total 31 tenaga pendidik dan petugas sekolah, yang selama program berlangsung merasakan manfaat langsung dari bantuan makanan bergizi tersebut.

Program MBG sangat membantu kebutuhan gizi siswa dan mendukung aktivitas belajar di sekolah,” jelasnya.

Namun, memasuki awal semester tahun 2026, program MBG tidak kembali berjalan seperti yang sebelumnya diinformasikan, sehingga menimbulkan ketidakpastian bagi pihak sekolah.

Tadinya diinformasikan awal masuk sekolah MBG mulai lagi, tapi ternyata belum karena terkendala pemerataan,” ungkapnya.

Erdi menyebutkan, salah satu faktor penghentian sementara diduga karena adanya kebijakan pengurangan nilai ompreng (alat makan) dari sekitar Rp5.000 menjadi Rp3.000 per paket, yang berdampak pada penyesuaian jumlah penerima di berbagai jenjang pendidikan.

Sekolah kami termasuk yang terdampak, sehingga harus dialihkan ke dapur lain,” katanya.

Ia juga mengaku telah melakukan konfirmasi kepada pihak penyedia sebelumnya, yakni SPPG Sukarame 1. Meski memahami bahwa kebijakan tersebut berasal dari pemerintah pusat, pihak sekolah menyayangkan proses perizinan dapur yang belum tuntas sejak awal.

Seharusnya perizinan dapur sudah selesai sebelum anak-anak masuk sekolah, supaya program tidak terputus di tengah jalan,” ujarnya.

Pada akhir Januari 2026, pihak sekolah mendapatkan informasi adanya dapur pengganti, yakni SPPG Muhammadiyah 3 di kawasan Way Dadi, yang saat ini telah melakukan pendataan ulang jumlah siswa dan tenaga pendidik.

Untuk dapur yang baru ini, informasinya guru juga akan menjadi penerima manfaat, berbeda dengan sebelumnya,” tambahnya.

Namun hingga kini, pelaksanaan program MBG di SDN 2 Sukarame masih menunggu kepastian operasional dapur baru, sehingga belum dapat dipastikan kapan program akan kembali berjalan.

Kami belum tahu pasti kapan dimulai lagi MBG-nya, apakah saat bulan Ramadhan atau setelah Lebaran, masih menunggu dapur baru benar-benar siap,” pungkasnya.

Terhentinya sementara program MBG ini menjadi perhatian, mengingat perannya yang penting dalam mendukung asupan gizi siswa serta meningkatkan kualitas pendidikan di tingkat sekolah dasar.

( Bust )

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *