Pengamat Pertambangan Apresiasi Kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Sepanjang 2025

banner 468x60

DR. Ivan Ferdiansyah: Capaian KESDM Nyata, Sentuh Rakyat dan Perkuat Kedaulatan Energi Nasional

SelidikPost.Com, Jakarta — Pengamat pertambangan nasional, DR. Ivan Ferdiansyah A., SH, MH, memberikan apresiasi atas kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) di bawah kepemimpinan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang tahun 2025. Menurutnya, berbagai capaian strategis yang diraih KESDM mencerminkan kepemimpinan yang tegas, berpihak kepada rakyat, serta selaras dengan visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kedaulatan energi nasional.

Salah satu langkah monumental yang dinilai krusial adalah pembentukan Direktorat Jenderal Penegakan Hukum KESDM. Kebijakan ini dipandang sebagai bukti nyata keseriusan negara dalam menegakkan hukum di sektor energi dan sumber daya mineral yang selama ini kerap diwarnai pelanggaran serta praktik ilegal.

Di sektor hulu minyak dan gas bumi, KESDM mencatat sejarah baru dengan capaian lifting migas yang melampaui target APBN 2025, sebuah prestasi yang untuk pertama kalinya terjadi dalam sembilan tahun terakhir. Selain itu, kebijakan legalisasi 45.000 sumur minyak rakyat dinilai sebagai wujud keberpihakan pemerintah kepada masyarakat kecil, bukan semata kepada korporasi besar.

Dari sisi pemerataan energi, pemerintah berhasil melistriki 77.616 rumah tangga di 1.516 lokasi melalui Program Listrik Desa, serta menyalurkan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) kepada lebih dari 205.000 rumah tangga sepanjang 2025. Program ini dinilai berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Pada aspek fiskal, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sektor ESDM juga melampaui target. Kementerian ESDM mencatat PNBP sebesar Rp138,37 triliun, lebih tinggi dibandingkan target DIPA 2025 sebesar Rp127,44 triliun.

Capaian strategis lainnya adalah peresmian Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik Pertamina oleh Presiden Prabowo Subianto pada 12 Januari 2026. Kilang terbesar di Indonesia ini menelan investasi sekitar Rp123 triliun, meningkatkan kapasitas produksi menjadi 360.000 barel per hari, serta menghasilkan bahan bakar berstandar Euro 5 guna memperkuat kemandirian energi nasional.

Selain itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia juga dinilai berhasil menekan ketergantungan impor energi. Impor solar berhasil diturunkan dari 8,3 juta ton pada 2024 menjadi sekitar 5 juta ton pada 2025. Pemerintah bahkan menargetkan nol impor solar pada 2026 dan penghentian impor avtur pada 2027.

Di bidang investasi, sepanjang 2025 sektor ESDM mencatat realisasi investasi sebesar USD 31,7 miliar atau setara Rp533 triliun. Capaian tersebut didorong oleh percepatan dan penguatan kebijakan hilirisasi sektor ESDM, yang berdampak pada terbukanya lapangan kerja, peningkatan pendapatan negara, serta penguatan kemandirian dan kedaulatan energi nasional.

Sementara itu, bauran Energi Baru dan Terbarukan (EBT) menunjukkan tren positif dengan capaian 16,3 persen, melampaui target Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) sebesar 15,9 persen.

“Capaian kinerja Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sepanjang 2025 patut diapresiasi oleh seluruh pihak. Ini bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan kerja nyata yang berdampak langsung terhadap perekonomian nasional dan kesejahteraan rakyat. Presiden Prabowo membutuhkan menteri-menteri yang mampu mewujudkan gagasan besar melalui kerja konkret, dan Bahlil telah membuktikannya,” tegas DR. Ivan Ferdiansyah. (*)

#SelidikPost #BahlilLahadalia #KinerjaKESDM #KedaulatanEnergi #EnergiNasional #Hilirisasi #EBT #InvestasiESDM #EnergiUntukRakya

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *