Penjualan Kendaraan Niaga Naik, Jadi Sinyal Penguatan Distribusi Hasil Pertanian Lampung

banner 468x60

SelidikPost.com, Bandar Lampung — Penjualan kendaraan niaga di Lampung menunjukkan peningkatan sepanjang Januari hingga September 2026. Data Pemerintah Provinsi Lampung melalui akun resmi Instagram Bapenda Provinsi Lampung, Jumat (26/9/2026), mencatat kenaikan penjualan kendaraan roda empat jenis pick up, light truck, dan truck.

Akademisi dan pengamat keuangan publik Saring Suhendro menilai peningkatan tersebut dapat menjadi sinyal adanya perubahan kebutuhan sarana angkutan barang. Namun, menurutnya, kenaikan penjualan perlu dilihat bersama data produksi dan arus barang untuk mengetahui faktor yang mendorongnya.

“Kalau kenaikannya terutama pada light truck dan truck, kita bisa meneliti apakah pelaku usaha mulai membutuhkan daya angkut lebih besar. Tetapi pembelian kendaraan juga bisa dilakukan untuk mengganti armada lama,” ujar Suhendro.

Menurutnya, kebutuhan distribusi sangat penting bagi Lampung sebagai daerah penghasil padi, jagung, singkong, kopi, dan kakao. Hasil pertanian tersebut harus dapat bergerak dari sentra produksi menuju tempat pengolahan dan pasar dengan biaya yang wajar.

Suhendro mengatakan, peningkatan kendaraan niaga akan memberikan manfaat lebih besar apabila didukung infrastruktur jalan yang baik, fasilitas pascapanen, serta akses pasar yang semakin terbuka.

“Pelaku usaha bisa saja menambah truk. Tetapi kalau perjalanan dari sentra produksi masih lama dan biaya angkut tetap tinggi, petani belum tentu menikmati manfaatnya,” katanya.

Ia juga menilai keterbatasan APBD menuntut pemerintah memilih dukungan yang paling berdampak terhadap produksi dan pemasaran. Perbaikan jalan provinsi dengan cor beton dan pembangunan fasilitas pascapanen perlu diikuti pengukuran hasil, seperti perubahan waktu tempuh, biaya angkut, dan harga yang diterima petani.

Arah tersebut sejalan dengan Program Desaku Maju yang menetapkan 30 desa percontohan di Lampung serta dorongan terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk berperan dalam pengolahan komoditas dan distribusi produk desa.

Meski demikian, Suhendro menegaskan kenaikan penjualan kendaraan belum dapat disebut sebagai dampak langsung kedua program tersebut. Dampaknya perlu dilihat dari perkembangan usaha dan manfaat yang diterima masyarakat desa.

“Penjualan kendaraan memberi sinyal yang menarik. Kabar baik yang ingin kita capai adalah ketika hasil produksi lebih mudah sampai ke pasar, ongkosnya turun, dan petani memperoleh bagian yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

SelidikPost.com — Mengabarkan Secara Transparan

banner 300x250

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *