SelidikPost.Com, Bandar Lampung – Forum Alumni Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, Cilacap, Jawa Tengah asal Provinsi Lampung (FAILAYA Lampung) kembali menggelar kegiatan rutin Munjiyatan, Khaul Masyayikh Kesugihan, serta “Ngaji Sugih” di kediaman salah satu alumni, Imam Subkhi, di Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (26/7/2026).
Kegiatan yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali secara bergiliran di rumah para alumni tersebut dihadiri sekitar 100 alumni yang berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung.
Selain membaca Sholawat Munjiyat sebanyak 4.444 kali dan mengirimkan doa kepada para masyayikh Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin Kesugihan, kegiatan juga diisi dengan Ngaji Sugih, sebuah forum berbagi pengalaman dan motivasi dalam membangun kemandirian ekonomi bagi para alumni.
Pada kesempatan itu, H. Nanang Suhendi, salah satu alumni yang sukses mengembangkan usaha peternakan ayam petelur sekaligus pengurus DPW PKB Lampung Bidang Peternakan periode 2026–2031, hadir sebagai narasumber.
Dalam paparannya, pria yang akrab disapa H. Debleng tersebut membagikan perjalanan usahanya yang berawal dari memelihara sekitar 1.000 ekor ayam petelur hingga kini berkembang menjadi hampir 80 ribu ekor.
“Semua bermula dari mimpi, keinginan, dan niat yang kuat. Istiqamah, fokus, serta terus belajar manajemen usaha. Insyaallah, kalau itu dijaga, modal akan mengikuti,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan secara rinci mengenai manajemen usaha peternakan ayam petelur, mulai dari skala 100 ekor hingga 1.000 ekor, termasuk perhitungan arus kas (cash flow), potensi keuntungan, serta berbagai risiko yang harus dihadapi oleh para peternak pemula.
Sementara itu, Ketua FAILAYA Lampung, H. Muslimin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga istiqamah dalam kegiatan rutin para alumni.
“Bismillah, semoga kita semua para alumni tetap istiqamah dalam rutinan Munjiyatan, mendoakan para masyayikh, serta berdoa agar seluruh alumni FAILAYA Lampung diberi keselamatan dunia dan akhirat, keberhasilan dunia dan akhirat, kesehatan, kebahagiaan, dan rezeki yang melimpah,” ujarnya yang disambut tawa para peserta.

Pria yang akrab disapa Kang Ciming itu juga menyampaikan bahwa kegiatan Ngaji Sugih akan menjadi agenda tetap sebagai wadah saling berbagi pengalaman, ilmu, dan inspirasi dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi alumni.
“Kita semua sudah sugih (berkecukupan), tinggal bagaimana menambah keberkahan. Ke depan, selain Munjiyatan, kita akan rutin menggelar Ngaji Sugih untuk saling berbagi pengalaman nyata. Kalau diperlukan, kita juga akan menghadirkan mentor yang benar-benar ahli di bidangnya. Namun, kita mulai dulu dengan menggali ilmu dari para alumni sendiri,” katanya.
FAILAYA Lampung berharap kegiatan tersebut tidak hanya mempererat ukhuwah dan silaturahmi antaralumni, tetapi juga melahirkan kolaborasi nyata dalam bidang ekonomi, kewirausahaan, dan pemberdayaan masyarakat.
Pada penutupan kegiatan, disepakati bahwa rutinan tiga bulan mendatang akan dilaksanakan di kediaman Bu Nyai Hj. Muktasimah, alumni Pondok Pesantren Al-Ihya Ulumaddin yang juga istri dari KH Ruba’i, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah, Kalisari, Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah.
Selanjutnya, agenda rutin berikutnya akan digelar di kediaman Munir Abdul Haris di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, dan kemudian dilanjutkan di kediaman H. Nanang Suhendi di Kecamatan Rawajitu, Kabupaten Tulang Bawang. (*)









