SelidikPost.com, Lampung Selatan – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela melakukan panen raya melon hasil pengembangan Smart Greenhouse berbasis Internet of Things (IoT) di SMK Negeri Pertanian Pembangunan (SPP) Provinsi Lampung, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (21/4/2026). Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata penerapan teknologi pertanian modern sekaligus penguatan pendidikan vokasi untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, inovatif, dan siap menghadapi tantangan sektor pertanian masa depan.
Panen raya tersebut merupakan hasil budidaya melon yang dikelola para siswa sebagai bagian dari proses pembelajaran berbasis praktik. Melalui pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT), para siswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mengoperasikan sistem pertanian modern yang lebih efisien, presisi, dan berorientasi pada peningkatan produktivitas.
Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus menjadikan penguatan pendidikan vokasi sebagai salah satu prioritas dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi.
Menurutnya, sektor pertanian saat ini tidak lagi identik dengan metode konvensional. Transformasi digital telah menghadirkan berbagai inovasi, seperti Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), otomatisasi, hingga sistem pertanian presisi, yang harus mulai dikenalkan kepada peserta didik sejak di bangku sekolah.
“Pemerintah Provinsi Lampung memberikan apresiasi atas kerja keras SMK Negeri Pertanian Pembangunan yang terus berkembang secara progresif. Ke depan, kami berharap pengembangan ini semakin masif, baik dari sisi keilmuan maupun praktik lapangan,” ujar Jihan.
Ia menilai pendidikan vokasi harus mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus melahirkan generasi muda yang mampu menciptakan inovasi dan peluang usaha baru di sektor pertanian.
Karena itu, Pemprov Lampung terus mendorong penerapan konsep link and match antara dunia pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), sehingga lulusan SMK memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja serta mampu menjadi pelaku usaha mandiri.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Lampung juga mengembangkan program Vokasi DesaKu Maju, sebuah program yang mendorong lahirnya inovasi melalui pendekatan design thinking, sehingga siswa mampu mengidentifikasi persoalan di lapangan dan menghadirkan solusi yang aplikatif sesuai potensi daerah.
“Ke depan, pertanian bukan lagi sektor konvensional, tetapi menjadi sektor modern berbasis teknologi. Inilah yang terus kami dorong melalui penguatan pendidikan vokasi di Lampung,” tegasnya.
Jihan berharap keberhasilan SMK Negeri SPP Lampung dapat menjadi contoh bagi sekolah vokasi lainnya dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi dan potensi lokal.
“Kami berharap SMK Negeri SPP Lampung dapat menjadi role model di tingkat nasional dalam pengembangan pertanian modern berbasis pendidikan vokasi,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan, pelaku usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung transformasi sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.
“Dari tangan Bapak, Ibu, dan adik-adik sekalian, ketahanan pangan masa depan bisa kita jaga. Pertanian adalah masa depan kita bersama,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala SMK Negeri SPP Lampung Margi Prasojo menjelaskan bahwa panen raya tersebut merupakan hasil pengembangan dua unit Smart Greenhouse berbasis Internet of Things (IoT) yang menjadi sarana praktik bagi para siswa.
Di dalam greenhouse tersebut dibudidayakan sekitar 270 tanaman melon varietas Intanon dan 415 tanaman melon varietas Sweet Net 9 menggunakan sistem drip irrigation (irigasi tetes) berbasis IoT yang memungkinkan pengaturan penyiraman dan pemupukan secara otomatis.
“Alhamdulillah, hari ini kita dapat memanen hasil kerja keras para siswa. Program ini bukan hanya menjadi media pembelajaran, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat memberikan pengalaman berwirausaha kepada peserta didik,” ujar Margi.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan Smart Greenhouse merupakan bagian dari transformasi SMK Negeri SPP Lampung sejak Februari 2025. Pada tahun yang sama, sekolah tersebut ditetapkan sebagai SMK Pusat Keunggulan oleh Direktorat Jenderal Vokasi.
Dukungan pemerintah diwujudkan melalui pembangunan ruang praktik Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura, dua unit greenhouse modern, serta satu unit rumah maggot yang menjadi bagian dari pengembangan pertanian terpadu.
Saat ini, SMK Negeri SPP Lampung memiliki empat kompetensi keahlian utama, yaitu Agribisnis Tanaman dan Hortikultura, Agribisnis Tanaman Perkebunan, Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, dan Teknik Kendaraan Ringan.
Keempat program keahlian tersebut diharapkan menjadi pusat lahirnya inovasi pertanian modern sekaligus mencetak lulusan yang siap bekerja, berwirausaha, dan berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan serta pembangunan sektor pertanian di Provinsi Lampung.
Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan akan terus memperluas pengembangan sekolah vokasi berbasis pertanian modern di berbagai daerah sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem pertanian yang maju, meningkatkan daya saing sumber daya manusia, serta mendukung terwujudnya Lampung Maju dan ketahanan pangan nasional.









