Lampung Selatan Sumbang 11 Persen Kasus TBC di Lampung, Wagub Jihan Pimpin Percepatan Eliminasi 2030

banner 468x60

SelidikPost.com, Bandarlampung – Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, memimpin Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB) Kabupaten Lampung Selatan secara virtual dari Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu (24/6/2026).

Rapat koordinasi tersebut digelar sebagai langkah percepatan eliminasi Tuberkulosis (TBC) di Provinsi Lampung sekaligus mendukung target nasional eliminasi TBC tahun 2030 sesuai arahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Dalam arahannya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menegaskan bahwa Kabupaten Lampung Selatan menjadi salah satu daerah prioritas penanganan TBC karena menyumbang sekitar 11 persen dari total kasus TBC di Provinsi Lampung.

Berdasarkan hasil evaluasi triwulan I tahun 2026, capaian penemuan kasus TBC di Kabupaten Lampung Selatan baru mencapai sekitar 1.247 kasus dari target 3.275 kasus. Meski demikian, capaian enrollment TBC sensitif obat (SO) dan resisten obat (RO), serta tingkat keberhasilan pengobatan (success rate), telah memenuhi target yang ditetapkan.

Namun demikian, sejumlah indikator masih memerlukan perhatian serius, di antaranya pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT), notifikasi kasus, serta investigasi kontak yang belum mencapai target.

Selain itu, implementasi integrasi Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dengan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) juga belum berjalan optimal. Dari 7.321 terduga TBC yang tercatat, baru tiga pasien yang berhasil terintegrasi ke dalam sistem. Sementara pada Dashboard Kebijakan TBC Nasional, Kabupaten Lampung Selatan tercatat belum mengunggah kebijakan Desa Siaga TBC.

Untuk mempercepat penemuan kasus, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perhimpunan Dokter Paru Indonesia tengah mengembangkan website Peduli TBC Lampung. Platform tersebut dilengkapi fitur skrining mandiri dengan kategori risiko berwarna hijau, kuning, merah, dan biru guna mendukung pelacakan kasus secara lebih terarah dan spesifik.

Dalam rapat tersebut, Wakil Gubernur memberikan sejumlah arahan strategis guna mempercepat pencapaian target eliminasi TBC di Lampung Selatan.

Beberapa langkah yang direkomendasikan antara lain pelaksanaan tracing TBC yang terintegrasi dengan Program CKG melalui pemanfaatan 166 titik layanan mesin X-Ray portabel, optimalisasi program voucher X-Ray, serta pemantauan Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB) secara mingguan melalui rapat virtual yang dipimpin Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga didorong memperkuat koordinasi dengan Bappeda guna mempercepat pengunggahan Surat Keputusan Desa Siaga TBC ke Dashboard Kebijakan TBC Nasional.

Jihan menegaskan bahwa percepatan eliminasi TBC tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan dukungan dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

“Percepatan eliminasi TBC harus menjadi gerakan bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi perlu menggandeng Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, TP PKK, akademisi, dan dunia usaha agar upaya yang dilakukan semakin efektif dan berkelanjutan,” ujar Jihan.

Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa dan kelurahan, diharapkan upaya percepatan penanggulangan TBC di Kabupaten Lampung Selatan dapat berjalan lebih optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan dan produktivitas masyarakat serta mendukung tercapainya target eliminasi TBC nasional pada tahun 2030.

“Dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, Lampung diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta mewujudkan target eliminasi TBC demi menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.”

(Adpim)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *